Saturday, 28 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran
Friday, 6 February 2026 20:35 WIB | OIL |

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap setiap headline, mencerminkan pasar yang masih "rawan berubah arah" di tengah tensi geopolitik.

Di New York, West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di atas $63 per barel. Pasar sempat menguat setelah Menlu Iran Abbas Araghchi menyebut perundingan sebagai "awal yang baik". Namun euforia itu tidak berlangsung mulus karena laporan Wall Street Journal menyebut Teheran masih menolak mengakhiri pengayaan bahan bakar nuklir isu yang selama ini menjadi poin kunci bagi AS.

Ketegangan Timur Tengah wilayah yang memasok sekitar sepertiga minyak mentah dunia masih membuat harga minyak membawa premi risiko. Trader terus menimbang risiko eskalasi versus kondisi fundamental yang juga mulai dibayangi narasi potensi kelebihan pasokan.

Meski naik tipis hari ini, kontrak minyak New York masih berada di jalur penurunan mingguan pertama sejak pertengahan Desember. Alasannya: proses pembicaraan AS “ Iran dianggap ikut meredakan ketakutan pasar akan konflik yang lebih luas di kawasan.

Harga juga sempat mendapat dorongan tambahan setelah data menunjukkan sentimen konsumen AS membaik secara tak terduga ke level tertinggi dalam enam bulan. Data ini meredakan sebagian kekhawatiran pasar soal perlambatan ekonomi AS yang bisa menyeret permintaan energi.

Dari sisi geopolitik lain, pasar turut memantau perkembangan negosiasi trilateral yang melibatkan AS, Ukraina, dan Rusia. Kedua negara itu dilaporkan sepakat melakukan pertukaran tahanan untuk pertama kalinya dalam lima bulan, sementara utusan khusus Trump menyebut hasil lebih lanjut diharapkan muncul "dalam beberapa minggu mendatang."

Sementara itu, Arab Saudi memangkas harga untuk pembeli Asia lebih kecil dari perkiraan, yang dibaca sebagai sinyal keyakinan terhadap permintaan. Namun tetap saja, level harga jual Saudi itu masih turun ke posisi terendah sejak akhir 2020. Pada pukul 11:00 pagi waktu New York, WTI pengiriman Maret naik 1,0% ke $63,95 per barel. Sementara Brent pengiriman April naik 1,1% ke $68,29 per barel. (alg) [sma]

Source : Newsmaker.id

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Negosiasi AS “ Iran Dipastikan, Minyak Terkoreksi Tajam...
Thursday, 5 February 2026 20:27 WIB

Harga minyak kembali merosot pada hari Kamis (5/2) setelah Iran memastikan akan membuka jalur negosiasi dengan Amerika Serikat. Kepastian dialog ini menurunkan kekhawatiran pasar atas risiko serangan ...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS